Tuesday, August 17, 2010

صالح لنفسه, مصلح لغيره

Individu yang ingin dibentuk adalah individu yang bukan sahaja baik dan soleh untuk dirinya, tetapi juga yang boleh membrikan kesan kepada orang lain atau masyarakat sekitarnya.

Ramai antara kita yang memiliki akhlak yang baik, terjaga solatnya,istiqamah tilawahnya, rajin dengan zikir tetapi hanya untuk dirinya sahaja. Dengan segala kebaiakn yang ada pada diri, individu masih lagi rasa segan dan malu untuk membuka mulut, bercerita dan mengajak orang lain membuat kebaikan. Ada juga yang malas mengalirkan peluh dan mengeluarkan tenaga untuk merancang,bekerja dan bertindak untuk memberikan kesan yang baik kepada masyarakat di sekitarnya.

Fardi muslim yang ingin dibentuk adalah yang bukan sahaja soleh, tapi mampu memberikan kebaikan kepada masyarakat sekeliling.Individu soleh yang menyinsing lengan memerah keringat berfikir dan bekerja untuk melakukan proses islah di dalam masyarakat.

Ingat, peranan orang yang beriman, bukan sekadar untuk menjadi hamba Allah, tetapi juga sebagai Khalifah di muka bumi ini. Menegakkan Islam dan mentadbir dunia dengan keindahan Islam.

Friday, August 6, 2010

Kegagalan Orang Mukmin

Kegagalan bagi orang mukmin adalah apabila dia gagal untuk menjadi mukmin yang sebenar, gagal mencapai darjat taqwa, gagal mematuhi arahan Allah dan Rasul dan gagal menahan diri dari laranganNya.

Selain daripada itu, ketidakberhasilan dan permasalahan yang datang adalah ujian dari Allah Subhanahu Wata'ala. Untuk menguji manusia yang beriman dalam merealisasikan dua keajaiban mukmin; sabar apabila menghadapi kesusahan, dan syukur apabila mendapat kesenangan.

'Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)

http://www.eramuslim.com/syariah/tafsir-hadits/makna-sabar.htm

Oleh itu, jangan keluh kesah apabila menghadapi masalah dan kesusahan; yang penting sentiasa berada dalam keadaan beriman yang sepenuhnya kepada Allah dan tidak gagal dalam menunaikan segala tanggungjawab kepadaNya.

"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Surah Yusof; ayat 87

Wallahua'lam.

Sunday, July 25, 2010

Perkara Utama Menyelesaikan Masalah: Kenalpasti Masalah


Kaedah yang paling tepat dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, sama ada masalah individu, keluarga atau organisasi adalah mengenalpasti apakah masalah yang sebenar.

Kebanyakan masalah yang tidak dapt diselesaikan adalah berpunca kepada kegagalan untuk mengenalpasti masalah yang sebenar. Gagalnya mengenalpasti masalah sebenar akan membawa kepada jalan penyelesaian yang tidak tepat. Seorang doktor yang gagal mendiagnosis penyakit dengan tepat akan memberikan ubat yang tidak sesuai dengan penyakit yang sebenar.

Kadang-kadang, kita hanya melihat kepada simptom kepada penyakit, bukannya penyakit tersebut. Orang yang demam, kalau diperiksa secara luaran sahaja, jalan penyenyelesaian yang paling mudah adalah meletakkan 'cool pad' di kepala. Tetapi, mungkin sebenarnya dia demam disebabkan oleh bisul yang besar di kakinya dan penuh dengan nanah.

Justeru, mengenalpasti masalah yang sebenar merupakan proses yang paling penting dan perlu didahulukan dalam menyelesaikan masalah.

Dalam menyelesaikan masalah, kita akan bertemu dengan gejala 'escapisme'. Disebabkan tidak mahu atau malu mengakui masalah yang dihadapi, individu atau organisasi memberikan banyak alasan lain dan cuba menyembunyikan masalah yang sebenar.

Individu, kadang-kadang mengatakan saya menghadapi masalah ini, ini dan ini, tetapi semuanya bukan permasalahan yang sebenar. Macam anak kecil yang tidak hendak ke sekolah, alasannya sakit perut, pening kepala, bosan kerana asyik belajar benda yang sama dan lain-lain, tapi mungkin masalah sebenar adalah gagal menyiapkan kerja sekolah atau ada masalah dengan guru.

Kepada individu yang ingin menyelesaikan masalah, pastikan dahulu punca atau permasalahan sebenar, barulah fikirkan jalan penyelesaian.

Kepada yang pening dengan pelbagai masalah, sila ambil wuduk, solat dua rakaat, ambil pen dan kertas, sila catatkan apa sahaja yang terlintas di fikiran anda yang dirasakan mengganggu dan menyerabutkan kehidupan dan pemikiran. Kemudian, senaraikan semula mengikut jenis atau kesamaan, dan kategorikan yang boleh diselesaikan segera, yang memerlukan masa dan yang memerlukan bantuan orang lain. Dalam masa yang sama, potong sahaja mana yang bertindan dan yang bukannya masalah.

Insyaallah, anda akan dapati, separuh daripada masalah anda telah diselesaikan sebaik sahaja habis melakukan perkara di atas.

Kepada Allah kita berdoa agar dipermudahkan dalam segala masalah yang dihadapi.

Friday, July 23, 2010

Marketing, Employment, Business Expansion

Beberapa step untuk mengembangkan organisasi.

1. Marketing
- memperkenalkan organisasi kepada masyarakat
- Menjelaskan misi / visi
-Menarik minat orang turut serta

2.Employment
- Yang telah berminat dengan organisasi, kena ajak masuk dan mengikuti latihan yang telah ditetapkan supaya menjadi pekerja yang baik, taat, berkebolehan dan sanggup memikul tugasan.
- Pekerja kena juga dilatih untuk memberikan keuntungan kepada oranisasi.
- Kalau tak boleh jadi macam tu, buang je, ambil pekerja lain.

3. Business Expansion
- Bila tenaga pekerja dah ok, boleh start fikir untuk kembangkan business, supaya bukan sekadar jaguh kampung, kena world class!

Peringatan,jangan sibuk sangat dengan hal Marketing sampai lupa kepada employment dan Business Expansion. Ramai orang suka buat marketing, jual air liur bak kata penceramah terkenal, tapi bila nak suruh buat latihan, kerja, pengorbanan, ikut sistem, tak ramai yang sanggup.

Wallahua'lam.

p/s - paham ke ni.... ?

Tuesday, July 20, 2010

Semangat Pemuda, Kebijaksanaan Kaum Tua (Copy n Paste)

Banyak yang tahu sejarah Umar bin Khatab dan Khalid bin Walid. Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa Khalid bin Walid pernah membanting Umar bin Khatab dalam gulat hingga kakinya cedera.

Kita mungkin terkejut karena dalam persepsi kita Umar bin Khatab lebih kuat daripada Khalid bin Walid. Persepsi itu tidak salah. Lalu bagaimana Khalid bin Walid mengalahkan Umar bin Khatab? Itu terjadi saat mereka masih remaja. 10 tahunan. Usia Khalid bin Walid dan Umar bin Khatab memang tidak terpaut jauh. Selain masih ada ikatan keluarga, mereka kawan sepermainan. Dan cara bermain remaja Arab kala itu tidak sama dengan permainan anak-anak kita. Sejak kecil mereka telah belajar menjadi lelaki! Kekuatan fisik dan keahlian perang yang ketika itu menjadi top life skill juga mewujud dalam permainan mereka. Salah satunya adalah gulat itu. Nah, saat Khalid berhasil membanting Umar, Khalid sendiri kemudian ketakutan. Sebab kaki Umar cedera berhari-hari. Untungnya cedera itu bisa sembuh.

Apa hubungannya dengan semangat pemuda kebijaksanaan kaum tua (حماسة الشباب وحكمة الشيوخ) ? Ternyata latihan sejak kecil itu menjadikan para pemuda memiliki semangat (hamasah) yang luar biasa. Hamasah ini ada pada Khalid. Hamasah ini ada pada Umar. Dan hamasah para pemuda adalah satu diantara dua kunci kesuksesan sebuah gerakan (harakah).

Hamasah yang menggelora ini melahirkan keberanian dan melipatgandakan kekuatan. Sebab kekuatan tanpa keberanian akan selamanya bersembunyi dalam diam. Kekuatan tanpa keberanian juga membuat gerakan menjadi lamban, dan tiba-tiba momentum berlalu tak termanfaatkan. Hamasah pemuda yang melahirkan keberanian dan melipatgandakan kekuatan tertoreh mulia dalam perang Badar. Ali bin Abu Thalib yang saat itu masih berusia 25 tahun menjadi bintang lapangan. Ia berhasil membunuh 18 orang musuh, dari total 70 pasukan kafir Quraisy yang terbunuh. Muhammad Al-Fatih yang berhasil memimpin pasukan memfutuhkan Konstantinopel juga masih sangat muda. Sekitar 23 tahun.

Lalu hamasah yang melahirkan akselerasi gerakan atau mendorong keputusan cepat -just in time- bisa kita lihat pada tahun 1945. Atas desakan para pemudalah jika akhirnya kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus tahun itu. Dan atas desakan pemuda-pemuda Ikhwanul Muslimin pimpinan Hasan Al-Banna lah jika kemudian Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Setelah itu mengalirlah pengakuan dari berbagai negara di dunia.

Pemuda harus memiliki hamasah. Dan dengan hamasah para pemuda, harakah menjadi lebih berani dan lebih akseleratif. Namun harakah juga memerukan kunci kedua. Ibarat sebuah perjalanan, harakah tidak hanya melalui jalan lurus bebas hambatan yang menghajatkan kecepatan dan keberanian an sich. Jalan ini justru seringkali bertemu dengan tikungan, hambatan, dan persimpangan. Menghadapi tikungan kita memerlukan rem untuk mengontrol kecepatan agar tidak menikung terlalu lebar dan keluar jalan atau bahkan masuk jurang. Ketika ada hambatan perlu kehati-hatian agar tidak menabrak atau ditabrak. Ketika di depan ada persimpangan perlu kebijaksanaan mengambil jalan yang mana agar sesuai dengan tujuan. Tiga peran ini membutuhkan hikmatusy syuyukh, kebijaksanaan kaum tua.

Kaidah حماسة الشباب وحكمة الشيوخ ini bukan berarti membatasi bahwa pemuda itu tidak bijaksana atau kaum tua tidak semangat. Terlalu banyak contoh orang-orang yang memiliki keduanya. Pemuda yang memiliki hamasah dsekaligus hikmah misalnya Ali bin Abu Thalib. Julukan "gudang ilmu" yang diperolehnya menunjukkan betapa bijaksananya pemuda pemberani ini. Sedangkan Rasulullah di masa tua, beliau tetap memiliki hamasah yang luar biasa di samping kebijaksanaannya yang tiada tara.

Yang menjadi persoalan adalah jika hilang dua-duanya dari dalam diri kita. Hamasah tidak ada, hikmah juga tidak ada. Kita khawatir telah ada indikasi itu dalam sebagian organ kita. Jika Anda mengetahui sekelompok pemuda yang produktifitas amalnya belum kelihatan seringkali saat mengundang Ustadz-ustadz sepuh meminta taujih. Ketika ustadz bertanya: "Tema taujihnya apa akhi?", dijawab: "Yang penting taujih yang membuat kita semangat Ustadz!". Jika indikasi ini benar bahwa pemuda telah kehilangan hamasah, lalu apa yang tersisa?

Sumber : http://muslimkuonline.blogspot.com/

Monday, July 12, 2010

Orang Muda vs. Orang Lama

Sifat orang muda, pantang tengok benda lemah dan silap, terus nak tegur. Lagi tension kalau tengok benda yang boleh diperbaiki, orang buat tak tau je, selambe dia je cakap relaks la.. dll. Teori kata lain, praktikal macam lain.

Zaman dah berubah.
Orang muda dulu, yang menjadi nadi utama, dan jadi orang lama. Sekarang, organisasi dah campur, orang muda + orang lama. So, tak boleh pakai kaedah lama.

Orang lama kena accomodate semangat dan idealisme orang muda. Orang muda kena hormati tatacara orang veteran. Kena banyak berhikmah dalam tindakan. Jangan sampai menafikan apa yang telah mereka lakukan. Orang muda takkan berada di tahap ni kalau takde orang lama.

Orang muda kena buat teguran, istiqamah dengan prinsip, tapi jangan sampai orang kata kurang ajar.

Orang lama kena cuba accomodate semangat dan idealisme orang muda. Kalau tidak, boleh meletup wooo.... Banyak dah jadi macam tu...

Kejayaan menggabungkan Hamasah AsSyabab dan Hikmatus Syuyukh pasti menggemparkan. Cuba kalau tak caya...

p/s-kita pun pernah jadi muda, sekarang ...

Tuesday, July 6, 2010

Buat sekadar ada vs. buat mengikut kaedah yang betul

Buat sekadar ada - saya nak buat yang ni, ni dan ni sahaja. Yang lain biar dulu. Tak mampu kot. Buat dululah sikit, daripada tak buat langsung.

Buat mengikut kaedah yang betul - perkara ni, ni dan ni memang kena buat, walaupun tak larat kena buat jugak, sebab ia merupakan asas dan perkara penting. Suasana yang ada menuntut anda untuk buat perkara tersebut walaupun tak mampu.
Jangan sibukkan diri dengan buat yang tu, tu dan tu, sebab itu bukan perkara yang penting dan dasar. Walupun anda nampak sibuk dan letih, tapi macam tak guna, sebab buat benda sampingan, bukannya yang asasi.

Oleh itu, nak buat sesuatu, kaji suasana, kaji kekuatan dan kelemahan, buat perancangan pendek dan panjang, bukannya IKUT SUKA je nak buat apa, asal nampak sibuk.

Thursday, July 1, 2010

Buat perancangan atau ikut kaedah 'life goes on' ?

Kaedah 'life goes on'?...Kaedah yang mana terima sahaja apa yang berlaku, tak perlu fikir banyak, buat je setakat yang boleh, kalau ada kerja, buat. Tak ada kerja, relaks. Jangan cari jalan susah, kalau pening kepala, biar je berlalu. Tak payah susah-susah fikir kaedah dan jalan.

Boleh pakai ke kaedah ni.....

Ada bisnes yang boleh maju pakai kaedah ni..? Kalau ada tolong bagitau.

Kebenaran yang tidak terancang akan dikalahkan oleh kebatilan yang terancang.

*************
Bacaan Tambahan
1. http://www.halaqah-online.com/v3/index.php?option=com_content&view=article&id=50:perancangan-dakwah&catid=35:dakwah-a-harakah&Itemid=83

2. http://buzz-ibnbaz.blogspot.com/2010/04/langkah-langkah-dalam-proses.html

3. http://www.scribd.com/doc/4836568/What-is-Strategic-Planning-Apakah-itu-Perancangan-Strategik

Program vs Sistem

Program - Senang diurus. Rancang, buat, postmortem, buat benda lain pulak. Dibuat sekali sekala. Hebat impaknya pada masa berkenaan. Kesan jangka panjang belum tentu. Nafas Pendek.

Sistem - Banyak masa nak pikir untuk permulaan. Berterusan. Mempunyai kesan jangka panjang. Terdedah kepada penentangan di peringkat awal. Nafas Panjang.

Oleh yang demikian, organisasi dakwah perlu kepada sistem yang mantap yang dilaksanakan, buakn di atas kertas. Kalau sekejap sahaja buat, belum dinamakan sistem. Dengan sistem individu dalam organisasi dakwah akan lebih berdisiplin, kerja dapat dilaksanakan dengan lebih teratur, matlamat organisasi akan lebih jelas, takde orang boleh buat suka hati, dan berstrategi nafas panjang.

Ada pula orang kata, kena ada sistem Operating System dan Sistem Antivirus. Apa tu......

Thursday, April 8, 2010

Kaya Dunia, Kaya Akhirat

Aku tak ingin jadi orang yang kaya di dunia tapi miskin di akhirat, tapi aku nak jadi orang yang kaya di dunia dan kaya di akhirat.

Kaya dengan amal, kaya dengan ibadah, kaya dengan kerja dakwah dan tarbiyah.

Jadilah orang yang Saalihun linafsih, wa muslihun lighairih.

Thursday, February 11, 2010

Islah nafsaka, wad'u ghairuka

Perbaiki diri dan serulah orang lain.

Takwin Ummah

Projek Takwin Ummah (3:104)

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang Yang berjaya.